paket aqiqah tangerang terbaru 2021

Aqiqah Kala Telah Dewasa

Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah

Bolehkah orang yang dikala kecilnya belum diaqiqahi lalu mengaqiqahi dirinya sendiri sehabis berusia?

Kasus ini tercantum diperselisihkan para Ulama. Berikut dalil yang terpaut permasalahan ini:

Anas radhiallahu anhu menggambarkan:

أنَّالنَّبِيَّصلَّىاللَّهُعليهِوسلَّمَعقَّعننفسِهِبعدمَابُعِثَنبيًّا.

” Bahwasanya Nabi shallallahu‘ alaihi wa sallam mengaqiqah dirinya sendiri sehabis diutus jadi seseorang Nabi( sehabis berusia- pent)”.[HR. Baihaqi 10056, At Thabrani dalam Angkatan laut(AL) Ausath 994, serta lainnya]

Derajat Hadits

Ulama berbeda komentar dalam memperhitungkan derajat hadits tersebut. Terdapat yang menshahihkannya, terdapat pula yang melemahkannya. Dalam sanadnya ada rawi yang bernamaعبدالرزاقفيهعبداللهبنمحررالجزري( Abdullah bin Al- Muharrar Al- Jaziiri), dia ini sudah dinyatakan oleh seluruh Ulama bagaikan rawi yang tidak bisa diterima. Karenanya mayoritas Ulama sudah melemahkan hadits di atas dengan karena rawi Abdullah bin Al- Muharrar tersebut.

Diantara yang melemahkan hadits itu merupakan Ibnu Abdil Barr salam angkatan laut(AL) Istidzkar XV: 376, Imam Nawawi dalam Al- Majmu VIII: 431- 432, Adz Dzahabi dalam Miizanul I’ tidal II: 500, serta yang lain rahimahumullah‘ alaihim. Namun Syaikh Angkatan laut(AL) Albani rahimahullah sudah menghasankan hadits ini disebabkan terdapatnya jalan penguatnya, Dia sudah membahas hadits ini panjang lebar dalam Silsilah As Shahihah- nya nomor. 2726. Intinya bersumber pada riset Syaikh Angkatan laut(AL) Albani rahimahullah hadits dari Anas radhiallahu anhu ini mempunyai 2 jalan periwayatan paket aqiqah .

Syaikh Angkatan laut(AL) Albani rahimahullah kemudian melaporkan kalau jalan kedua ialah dari Al- Haitsam bin Jamil, hadits tersebut merupakan hadits hasan yang Imam Bukhari rahimahullah juga berhujjah dengan segala rawi yang terdapat pada jalan tersebut tidak hanya Al- Haitsam bin Jamil itu sendiri.

Al- Haitsam bin Jamil itu walaupun Imam Bukhari rahimahullah tidak memasukkan dalam catatan perawi dalam Kitab Shahihnya, tetapi dia tsiqah haafizh( terpercaya lagi penghafal hadits) yang ialah gurunya Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah.

Untuk yang mau memandang pembahasan panjang lebar penghasanan hadits tersebut dengan sangat rinci, silakan merujuk kepada Kitab dia yang sudah ana sebutkan itu.

Syaikh Salim Al- Hilali hafidzhahullah pula menshahihkannya dalam tahqiqnya atas Kitab Tuhfatul Maulud karya Ibnul Qayyim rahimahullah perihal. 144- 146. Perihal ini diperkuat dengan komentar sebagian Salaf yang membolehkan perihal ini.

Komentar Sebagian Salaf Yang Membolehkan

1) Ibnu Sirin rahimahullah Ulama besar era tabi’ in yang meninggal tahun 110 H. Ahli hukum serta pakar ta’ wil mimpi ternama. Segala Ulama memujinya bagaikan imam kalangan muslimin yang shaleh. Dia sempat mengatakan:

لوأعلمأنهلميعقعنيلعققتعننفسي.

” Kalaulah saja diriku ketahui kalau saya( dikala balita) belum diaqiqahi, hingga saya hendak mengaqiqahi diriku sendiri( sehabis berusia)”.[HR. Ibnu Abi Syaibah VIII: 235- 236. Kata Angkatan laut(AL) Albani rahimahullah: Shahih]

2) Hasan Al- Bashri rahimahullah Ulama tabi’ in yang sangat mumpuni serta sangat populer yang meninggal tahun 110 H. Dia sempat mengatakan:

إذالميعقعنك،فعقعننفسكوإنكنترجلاً.

” Apabila kalian belum diaqiqahi( dikala kecil), hingga aqiqahi dirimu sendiri walaupun kau sudah berusia”.[HR. Ibnu Hazm rahimahullah dalam Angkatan laut(AL) Muhalla VIII: 322. Kata Angkatan laut(AL) Albani rahimahullah sanadnya hasan]

Baca Juga : PMI Bimbingan Seputar Protokol Kesehatan kepada Pengungsi Rohingya di Aceh

Sedangkan itu disebutkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah:

ونقلعنالإمامأحمدأنهاستحسنإنلميعقعنالإنسانصغيراًأنيعقعننفسهكبيراًوقال

إنفعلهإنسانلمأكرهه.

” Dinukilkan dari Imam Ahmad rahimahullah bahwasanya dia memandang baik seorang pada waktu kecilnya, lalu dia mengaqiqahkan atas dirinya kala dirinya telah besar, dia pula mengatakan:” Bila dicoba oleh seorang, hingga saya tidak membencinya”.( Amati kitab Tuhfat Angkatan laut(AL) Mawdud Bi Ahkam Angkatan laut(AL) Mawlud perihal. 69)

Syaikh bin Baz rahimahullah sehabis mengatakan perbandingan komentar Ulama dalam bab ini, hingga pada kesimpulannya Syaikh bin Baz rahimahullah mengatakan:

Baca Juga : PMI Bimbingan Seputar Protokol Kesehatan kepada Pengungsi Rohingya di Aceh

والقولالأولأظهر،وهوأنهيستحبأنيعقعننفسه،لأنالعقيقةسنةمؤكدة،وقدتركهاوالدهفشرعلهأنيقومبهاإذااستطاع.

” Serta komentar yang awal lebih jelas, ialah diajarkan dia mengaqiqahi dirinya, sebab aqiqah merupakan sunnah muakkadah, sedangkan ibu dan bapaknya sudah meninggalkannya, hingga disyariatkan bagiannya melaksanakan aqiqah( sehabis berusia) bila ia mampu melaksanakannya”.( Majmu’ Fatawa Syaikh bin Baz rahimahullah XVI: 266)

Akhirnya, untuk yang dikala kecilnya belum diaqiqahi, lalu sehabis berusia mau mengaqiqahi dirinya, hingga boleh bila ia sanggup.

Leave a Comment