Modus Baru Penipuan WhatsApp, Kirim OTP Gunakan Tulisan India

Timbul modus penipuan baru Whatsapp yang mendalami pengguna supaya membagikan 6 digit kode One Time Password( OTP) yang dikirim memakai huruf India, semacam dirasakan Arief, seseorang karyawan swasta.

Saat sebelum kode OTP terkirim, seorang mengirimkan pesan ke Whatsapp Arief dengan mengaku seseorang kasir suatu minimarket.

” Iya, pura- pura ia jadi kasir mini market. Terus katanya customer salah kirim no OTP,” kata Arief kepada CNNIndonesia, com Selasa( 9/ 2).

Melalui pesan itu, penipu mengaku kode 6 angka yang dikirim merupakan no voucher permainan fishinggo. Dia lalu memohon Arief buat membagikan kode yang dikirimkan oleh Whatsapp itu.

” Mohon maaf kak ganggu… tadi terdapat pelanggan kami beli voucher permainan tetapi salah input no, salah di ujungnya jadi SMS- nya terkirim ke no kakak. SMS dari Whatsapp yang terdapat tulisan Indianya kak… memohon tolong dikirim smsnya kak, disalin aja atu ga difotokan,” tulis penipu Berita dan Informasi Tekno dan Gadget .

Bersumber pada tangkapan layar yang diberikan kepada CNNIndonesia. com, Arief dimohon buat mengirimkan pesan OTP yang masuk dari pesan WhatsApp kepada akun penipu tersebut.

Tetapi penipu itu mengakali dengan metode mengirimkan OTP berbahasa India. Cara- cara ini menampilkan, modus phising( penipuan online) buat memohon kode OTP masih terus berlangsung.

Supaya lebih meyakinkan, penipun menaruh gambar profil degnan gambar kasir minimarket. Usai diberikan kode tersebut, tidak lama setelah itu Arief mengalami akun WhatsAppnya sudah diambil alih oleh penipu.

Lebih lanjut, baginya sehabis akunnya di ambil alih penipu. Mereka menghubungi seluruh kontak yang terdapat di ponselnya buat melaksanakan modus seragam. Karena, seluruh sahabat Arief juga mengalami pesan seragam.

” Pelakon ambil alih whatsapp kita serta dapat akses seluruh kontak telepon yg terdapat buat berikutnya jd korban,” ucap Arief

Dikala ini, Arief mengaku akun Whatsapp miliknya sudah sukses diambil alih kembali seteah menghapus aplikasi Whatsapp. Sehabis itu dia memasang ulang( instal) Whatsapp kembali supaya dapat menemukan OTP baru.

Ahli keamanan siber sekalian pendiri Vaksin. com, Alfons Tanujaya, tadinya menegaskan kalau kode one time password( OTP) mestinya cuma boleh dikenal serta digunakan oleh pengguna sendiri.

” Password OTP yang memanglah sepatutnya tidak boleh diberikan kepada siapapun,” tuturnya dikala dihubungi oleh CNNIndonesia. com.

Karena, kode OTP ini jadi kunci untuk orang lain buat masuk ke akun pengguna.

Baca Juga : Lembaran Akrilik

” Jangankan( OTP) SMS. Ingin gunakan token internet banking pula, jika ditelepon, kemudian yang menerima telepon memberitahukan( kode token ataupun) OTPnya, yah sama saja bohong,” ucapnya lagi.

Karena bagi Alfons, sejauh pengguna tidak membagikan kredensial berbentuk kode OTP itu, penipu tidak dapat masuk ke akun mereka.

Leave a Comment